Jumat, 09 Oktober 2015

Pengertian Sistem Operasi Jaringan dan Contohnya

Pengertian Sistem Operasi Jaringan dan Contohnya - Instalasi meruapakan hal yg paling awal dilakukan sebelum membangun server. Instalasi ini mencakup dua point, instalasi hardware atau perangkat keras komputer dan Instalasi software atau perangkat lunak. Sbg komputer yang akan digunakan untuk sebuah server yg dapat melayani komunikasi antar jaringan,maka komputer server tersebut setidaknya harus memiliki  2 kartu jaringan. yaitu jaringan internal dan juga jaringan eksternal. Persyaratan yang lain dalam instalasi server mengikuti syarat umum instalasi Sistem Operasi, seperti :

- Jumlah RAM yg digunakan : baca juga fungsi RAM
- Besar lokasi harddisk yg bisa digunakan
- Type & kecepatan procesor
- Resolusi video / monitor (dipakai utk system operasi GUI).

Sistem Operasi Jaringan
Infromasi umumnya sudah disediakan oleh perusahaan penyedia sistem operasi yg bersangkutan. Misal, utk System Operasi Debian Wheezy dengan Desktop memerlukan syarat perangkat komputer seperti berikut ini.
- Procesor minimal Pentium IV 1 GHz
- RAM minimal 128 MB (Disarankan 512 MB)
- Harddisk minimal 5 GB

METODE INSTALASI SISTEM OPERASI
Sistem operasi diinstall ke dalam bidang tertentu dari harddisk. Area tertentu ini biasa dikenal dgn istilah partisi disk. Ada banyak metode yg bisa dipakai utk menginstall sistem operasi. Penentuan metode ini bisa didasarkan pada keadaan hardware/perangkat keras, persyaratan system operasinya sendiri & keperluan user. Berikut ini yaitu empat pilihan kategori instalasi sistem operasi :

1. Instalasi Baru
Opsi ini bisa difungsikan jika jaringan yg akan dibangun yaitu jaringan baru, maupun adanya tambahan perangkat server baru yg tak mensupport system operasi jaringan yg ada saat ini. Apabila memilih opsi ini maka seluruh data dalam partisi terpilih akan dihapus. Jika memang ada aplikasi yg telah terinstal sebelumnya di sistem operasi lama, maka anda harus menginstalnya kembali.


2. Upgrade
Opsi ini banyak dipakai pada sistem-sistem jaringan yg telah berjalan. Opsi ini dilakukan rata-rata karena adanya perbaikan feature yg ada pada sistem operasi yg diperlukan, termasuk dikarenakan feature baru yg benar-benar difungsikan. 

Dengan memilih opsi ini penerapan yg telah terinstal diawal mulanya barangkali dapat masihlah bakal dipakai sesudah upgrade. Opsi upgrade ini cuma bakal ganti file-file system operasi pada sebelumnya dgn yg baru.


3. Multi-boot
Jika disyaratkan buat ada lebih dari satu system operasi dalam satu computer, sehingga opsi ini sanggup dipilih buat mengijinkan pemakaian lebih dari satu system operasi. Nantinya, tiap-tiap system operasi dapat ditempatkan pada partisinya masing-masing. Oleh karenanya, perlu persiapan partisi sebelum lakukan instalasi multi-boot ini.


4. Virtualisasi
Virtualisasi ini yaitu teknik yg mengizinkan instalasi system operasi dilakukan di atas system operasi yg ada sekarang ini. Diluar partisi tertentu tapi dalam sebuah file tertentu. File ini merupakan perwakilan dari sebuah system computer virtual. 

Satu computer sapat mempunyai lebih dari satu computer virtual. Oleh sebab itu, instalasi lebih dari satu sistem operasi serta dimungkinkan dgn teknik ini. Berbagai aplikasi yg mengizinkan utk membuat system virtual ini yaitu VirtualBox, VMWare, & Virtual Computer.


Sebelum jalankan instalasi system operasi ada sekian banyak hal yg harus diperhatikan, antaralain adalah sebgai berikut :

a. Struktur partisi yg akan digunakan
Salah satu teknik yg dilakukan buat mengamankan data yg ada di komputer yaitu dgn menciptakan partisi yg lain utk system & data. Dgn adanya pemisahan ini dapat mengijinkan system tersebut di-upgrade tanpa harus mempengaruhi datanya. Pembagian ini pula akan meringankan dalam proses backup & restore.

b. Menetukan jenis sistem file
System file yaitu system manajemen file yg diterapkan sistem operasi utk mengelola file-file yg tersimpan di harddisk. masih banyak system file yg sudah dikembangkan waktu ini. Sekian Banyak yg tidak jarang dipakai merupakan FAT16/32, NTFS, HPFS, ext2, ext3, ext4. Tiap-tiap system operasi bakal mempunyai lebih dari satu system file.

Seperti Linux Ubuntu yg sanggup mengelola nyaris seluruhnya system file yg ada diwaktu ini. Tiap-tiap system file yg dipilih mempunyai kekurangan & kelebihannya masing-masing.

c. Sistem Operasi Jaringan
Banyak sekali aplikasi yang bisa dipakai untuk mengolah partisi & system file pada harddisk. Perubahan partisi yg dilakukan sesudah instalasi akan mengizinkan terjadinya kehilangan data. Oleh sebab itu, digunakan adanya perencanaan yg baik terkait penentuan struktur & system file yg dapat dipakai.

Ada banyak partisi yg dapat dibuat utk sistem operasi Linux. Berikut ini yakni partisi-partisi yg umum dipakai. yakni partisi mutlak(root) pada system operasi Linux. Peranannya serupa seperti drive C : pada Windows XP. Pada tiap-tiap instalasi Linux ini adalah partisi yang wajib dibuat. System file yg biasa dipakai buat memformat partisi ini yaitu ext4.

Minimal besar nya partisi ini yaitu 5 GB. Disarankan minimal 8 GB biar lebih leluasa menginstall program yang lain.

- /home, ialah partisi utk user. Partisi ini bisa berisi data user. Data disini bisa berupa dokumen, gambar, audio, video & konfigurasi penerapan user. Ini mirip dgn folder Documents and settings atau Users pada Windows.

Partisi ini bisa dijadikan satu dgn partisi root (/) atau pada partisi sendiri. System file pada partisi juga rata rata memakai ext4. Besar Nya partisini ini akan ditentukan berdasarkan sejumlah data yg mungkin saja dapat dihasilkan.

- /boot, yakni partisi yg berisikan penerapan booting (menjalankan) system operasi. Partisi ini mampu tak dibuat. Jika dibuat bakal berguna nantinya pada waktu instalasi multi-boot system operasi. System filenya dengan cara umum akan memakai ext4.

- swap, yakni partisi RAM pada system Linux. Partisi ini bakal dimanfaatkan juga sebagai RAM penambahan (memori virtual). Ini berguna pada waktu system kehabisan RAM (fisik).

Makin banyak jumlah aplikasi yg dijalankan makin besar jumlah RAM yg dipakai. Pada saat system kehabisan RAM, Linux bisa menggunakan partisi swap ini yang merupakan RAM tambahan. 

Dalam Linux ada istilah swapping yg difungsikan buat menunjukkan proses pemindahan laman dari memori RAM ke swap. Laman yakni blok-blok pada memori. Ukuran dari partisi ini minimal sama dgn besar nya RAM yg ada. Tapi disarankan sagar besar swap harus dua kali dari RAM.

silahkan lihat link https://help.ubuntu.Com/community/SwapFaq dan  http://www.dd-wrt.com/wiki/index.Php/Linux_SWAP buat penjelasan lebih lanjut berkaitan swap.

Sistem operasi Linux adalah sebagian dari macam-macam sistem operasi yg mempunyai banyak sekali varian. Varian ini dikenal dgn istilah distro. Bagi pemula terkadang kesusahan utk tentukan distro Linux yg ingin difungsikan. Berikut ini yaitu dua website yg bakal dijadikan referensi pemilihan distro Linux-nya.

- http://distrowatch.com/, pada web ini dapat ditampilkan data statistik tiap-tiap distro linux yg ada diurutkan sejak mulai dari yg terbanyak. Hingga kala tulisan ini dibuat tiga distro paling tinggi pada pekan ini yakni Linux Mint, Ubuntu & Debian. 

Tidak Cuma itu ada halaman http://w3techs.com/technologies/details/os-linux/all/all yg pun menampilkan statistik pemakaian Linux.

- http://www.zegeniestudios.net/ldc/ visitor pada web ini, yg mau memastikan distro yg tepat untuknya, bakal dipandu dgn pertanyaan-pertanyaan lebih kurang keperluan Linux yg diinginkan.

Tiap-tiap distro ada juga sebagai turundan dari distro yang lain, seperti Ubuntu juga sebagai turunan dari Debian & Mint yg ialah turunan dari Ubuntu/Debian.

Meski tidak sama tiap-tiap distro masih menjalankan system Linux yg sama. Terkait dgn metode instalasi dengan cara umum terdapat sekian banyak persamaan seperti adanya pengerjaan partisi, user, keyboard, & pewaktuan. 

Yang Merupakan gambaran berikut ini yaitu poin-poin instalasi system operasi Debian.

- Konfigurasi BIOS utk bakal melaksanakan boot lewat CD/DVD.
- Pemilihan mode instalasi teks atau grafis (GUI)
- Pemilihan bahasa, ruangan sekarang & type keyboard
- Pengaturan jaringan & nama host (pc)
- Penentuan kata sandi buat user root
- Pelaksanaan user baru
- Penentuan pewaktuan serasi tempat ketika ini
- Penentuan skema partisi yg bakal digunakan
- Pengelolaan sumber paket penerapan(CD atau mirror)
- Pemilihan penerapan yg bakal diinstall
- Instalasi boot loader
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Pengertian Sistem Operasi Jaringan dan Contohnya

0 komentar:

Posting Komentar