Selasa, 02 Februari 2016

Sejarah, Model, dan Kegunaan Open System Interconnection (OSI) Layer

Sejarah, Model, dan Kegunaan Open System Interconection (OSI) Layer - Untuk menyelenggarakan komunikasi-berbagai macam vendor komputer diperlukan sebuah aturan baku yang standar dan disetujui berbagai pihak. Seperti halnya dua orang yang berlainan bangsa, maka untuk berkomunikasi memerlukan penerjemah/interpreter atau satu bahasa yang dimengerti kedua belah pihak. 

Dalam dunia komputer dan telekomunikasi interpreter identik dengan protokol. Untuk itu maka pada tahun 1977 di Eropa sebuah bedan dunia yang menangani masalah standarisasi ISO (International Standardization Organization) membuat aturan baku sebuab model arsitektural jaringan.

Sejarah Model OSI Layer
Dahulu pada era 70-an, banyak perusahaan software maupun hardware (baca juga pengertian perangkat keras komputer) yang mernbuat System Network Architektur (SNA), yang antara lain IBM, Digital, Sperry, Burough dsb. Tentunya masmg-masing perusahaan terebut membuat aturan-aturan sendiri yang satu sama lain tidak sama, misalkan IBM mengembangkan SNA yang hanya memenuhi kebutuhan komputer-komputer IBM sendiri.

Dari sini kemudian timbul masalah. misalka,n jaringan komputer menggunakan SNA produk IBM ingin dihubungkan dengan SNA produk Digital tentunya tidak bisa, hal ini disebabkan protokolnya tidak sama.

Contohnya, misalkan anda berbicara dengan bahasa jawa, pastinya orang yang bisa bahasa jawa akan mengerti, misalkan anda berbicara bahasa jawa dengan orang Sunda apakah bahasa anda bisa diterima oleh orang tersebut? Tentunya tidak? Masalah ini bisa diselesaikan jika anda berbicara menggunakan bahasa standar yang tentunya bisa dimengerti tawan bicara anda.

Menghadapi kenyataan ini, kemudian The International Standard Organisation (ISO) pada sekitar tahun 1980-an, meluncurkan sebuab stander model referensi yang berisi cara kerja serangkaian protokol SNA Model referensi ini selanjutnya dinamakan Open System interconection (OSI)

Model Layer OSI
Model Referensi OSI terdiri dari 7 (tujuh) buah bagian (layer), yang masing-masing layer mernpunyai tugas masing-masing Dikarenakan OSI terdiri dari 7 macam layer maka model referensi OSI seringkali disebut 7 OSl layer.

Setiap layer bertanggungjawab secara khusus pada proses komunikasi data. Misal, satu ayer bertanggungjawab untuk membentuk koneksi antar perangkat, sementara layer Iainnya bertanggung jawab untuk mengoreksi terjadinya error selama proses transfer data berlangsung. Model Layer OSI dibagi dalam dua group (upper layer dan lower layer).

Upper layer fokus pada aplikasi pengguna dan bagaimana file direpresentasikan di komputer. Untuk Networkn Engineer bagian utama yang menjadi perhatiannya adalah pada lower layer. Lower layer adalah intisari kornunikasi data melalui jaringan aktual.

Kegunaan Model OSI
Tujuan utama penggunaan model OSI Layer adalah membantu desainer jaringan memahami fungsi dari tiap layer yang terhubung dengan jaringan komunikasi.

7 lapisan osi layer  model osi  cara kerja osi layer

Lapisan I
Pysical Layer Berfungsi untuk mendefinisikan media transmisi janngan, metode pensinyalan, sinkronisasi bit, arsitektur jaringan (seperti halnya Ethernet atau Token Ring), topologi jaringan dan pengkabelan. Selain itu, level ini juga mendefinisikan bagairnana Network Interface Card (NIC) dapat berinteraksi dengan media kabel atau radio.

Lapisan 2
Data Link Layer Berfungsi untuk rnenentukan bagaimana bit-bit data dikelompokkan menjadi format yang disebut sebagai frame. Selain itu, pada level ini terjadi koreksi kesalahan, flow control, pengalamatan perangkat keras (seperti halnya Media Access Control Address (MAC Address)), dan menentukan bagaimana perangkat-perangkat jaringan seperti hub, bridge, repeater, dan switch layer 2 beroperasi. Spesifikasi IEEE 802, membagi level ini menjadl dua level anak, yaitu lapisan Logical Link Control (LIC) dan lapisan Media Access Control (MAC). pengertian repeater

Lapisan 3
Network Layer Berfungsi untuk mendefinisikan alamat-alarnat IP, membuat header untuk paket-paket, dan kemudian melakukan routing melalui internetwortcing dengan menggunakan router dan switch layer-3.

Lapisan 4
Transport Layer Berfungsi untuk memecah dala ke dalam paket-paket data serta memberikan nomor unit ke paket-paket tersebut sehingga dapat disusun kembali pada sisi tujuan setelah diterima. Selain itu, pada level ini juga membuat sebuah tanda bahwa paket diterima dengan sukses (acknowledgement), dan mentransmisikan ulang terhadap paket-paket yang hilang di tengah jalan.

Lapisan 5
Session Layer Berfungsi untuk mendefinisikan bagaimana koneksi dapat dibuat, dipelihara, atau dihancurkan. Selain itu, di level ini juga dilakukan resolusi nama.

Lapisan 6
Presentation Layer Berfungsi untuk mentranslasikan data yang hendak ditransmisikan oleh aplikasi ke dalam format yang dapat ditransmisikan melalui jaringan. Protokol yang berada dalam level ini adalah perangkat lunak redirektor (redirector software), seperti layanan Workstation (dalam Windows NT) dan juga Network shell (semacam Virtual Network Computing (VNC) atau Remote Desktop Protocol (RDP)).

Lapisan 7
Application layer Berfungsi sebagai antarmuka dengan aplikasi dengan fungsionalitas jaringan, mengatur bagaimana aplikasi dapat mengakses jaringan, dan kemudian membuat pesan-pesan kesalahan. Protokol yang berada dalam lapisan ini adalah HUP, FTP, SMTP, dan NFS.


Enkapsulasi OSI layer
Agar sebuah data dapat terkirim dengan baik peilu dilakukan enkapsulasi terhadap data tersebut Enkapsulasi adalah sebuah proses menambahkan header dan trailer atau melakukan pemaketan pada sebuah data.

Dengan enkapsulasi data menjadi memiliki identitas. Bayangkan sebuah swat yang akan dikirim tetapi tanpa amplop, alamat dan perangko. Tentu saja surat tidak akan sampai ke tujuan. Amplop dengan alamat dan perangko adalah sama dengan enkapsulasi pada data.

Cara Kerja OSI Layer
Cara Kerja yang dimaksud adalah proses benjalannya sebuah data dari sumber ke tujuan rnelalui OSI Layer. Jadi untuk mencapai tujuan sebuah data harus melalui lapisan-lapisan OSI tentebih dahulu. Berikut akan dijelaskan bagaimana jalannya data dari host A menuju host B.


Peitama-tama data dibuat oleh Host Kemudian data tersebut turun dari Application layer sampai ke physical layer (dalam proses ini data akan ditambatkan header setiap turun 1 lapisan kecuali pada Physical layer, sehingga teriadi enkapsulasi sempuna).

Data keluar dari host A menuju kabel dalam bentuk bit (kabel bekerja pada Physical layer).

Data masuk ke hub, tetapi data dalam bentuk bit tersebut tidak mengalami proses apa-apa karena hub bekerja pada Physical layer.

Setelah data keluar dari hub, data masuk ke switch. Karena switch bekerja pada Data link layer/layer 2 maka data akan naik sampai layer 2 kemudian dilakukan proses, setelah itu data turun dari layer 2 kembali be layer 1 phisycal layer.

Setelah data keluar dari switch, data masuk ke router. Karena router bekerja pada layer 3/Network layer, maka data naik sampal layer 3 kemudian dilakukan proses, setelah itu data turun dari layer 3 kembali be layer 1, dan data keluar dari router menuju babel dalam bentuk bit. Pada akhirnya data sanipai pada host B. Data dalam bentuk bit naik dari layer 1 sampai layer 7.

Dalarn proses ini data yang dibungkus oleh header-header layer OSI mulai dilepas satu persatu sesuai dengan lapisannya (benlawanan dengan proses no 1. Setelah data sampai di layer 7 maka data siap digunakan oleh host B.
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Sejarah, Model, dan Kegunaan Open System Interconnection (OSI) Layer

0 komentar:

Posting Komentar