Selasa, 14 Maret 2017

Pengertian Debian dan Sejarahnya

Pengertian Debian dan Sejarahnya - Debian adalah salah satu sistem operasi bebas atau juga sebuah sistem operasi berbasis open source sehingga dikembangkan secara terbuka oleh banyak programer yang sukarela yang tergabung dalam Proyek Debian. Sistem operasi Debian adalah sabah sistem operasi yang di buat dari gabungan antar perangkat lunak yang dikembangkan dengan lisensi GNU serta dalam menggunakan kernel Linux, sehingga sistem operasi debian sangat populer dengan nama Debian GNU atau juga Debian Linux.

Pengertian Debian dan Sejarahnya

Sistem operasi Debian adalah salah satu sistem operasi yang menggunakan kernel Linux dan juga merupakan salah satu distro Linux yang sangat populer dengan kestabilannya, dan juga sering digunakan sebagai salah satu materi dalam Ujikopetensi akhir tingkat SMK dalam jurusan TKJ di Indonesia. Sistem Operasi debian juga adalah salah satu distro linux yang paling banyak penggunanya dabandingkan dengan distro linux yang lainnya seperti Ubuntu, Xubuntu, Knoppix, Mint, dan sebagainya, sehingga debian menjadi distro linux yang paling banyak penggunanya di dunia.


Sejarah Debian

Debian pertama kali diperkenalkan oleh Ian Murdock Dia adalah seorang mahasiswa dari Universitas Purdue, Amerika Serikat, pada tanggal 16 Agustus 1993. Nama Debian sendiri berasal dari kombinasi nama Ian dengan mantan-kekasihnya Debra Lynn Deb dan juga Ian sehingga menjadi Debian.

Pada awalnya, Ian hanya memulainya dengan memodifikasi sebuah distribusi SLS (Softlanding Linux System). Namun Dia tidak puas dengan hasil SLS yang telah dimodifikasi olehnya tersebut sehingga Dia berpendapat bahwa akan lebih baik membangun sistem distribusi Linux sendiri dari nol sama halnaya Debian Linux distro linux yang lain yaitu Slackware Linux yang di kembangkan oleh Patrick Volkerding yang juga berusaha memodifikasi SLS sehingga Dia berhasil membangun distro Slackware Linux.

Pada tahun 1994 dan 1995 Proyek Debian tumbuh lambat pada awal perilisannya yaitu pada versi 0.9x. Kemudian ada Pengalihan arsitektur ke selain i386 yang dimulai pada tahun 1995. Dan kemudian merilis kembali pada Versi 1.x pada tahun 1996. Ditahun yang sama kepemimpinan Ian Murdoch sebagai Pemimpin Proyek kemudian digantikan oleh Bruce Perens.


Di akhir tahun 2000-an, proyek dari pengembangan debian kemudian melakukan perubahan dalam archive dan managemen rilisnya. Serta pada tahun yang sama para pengembang memulai memeperkenalkan Sistem operasi Debian Kepada halayak umum melalui konferensi dan juga workshop tahunan yang biasa disebut dengan nama debconf. 

Selanjutnya pada tanggal 8 April 2007 Sistem operasi terbaru dari debian yaitu Debian GNU/Linux 4.0 dirilis dengan nama kode (Codename) Etch. Selanjutnya pada tahun 2009 merilis kembali versi terbaru Debian yang diberi nama kode Lenny. deb adalah perpanjangan dari paket perangkat lunak Debian format dan nama yang paling sering digunakan untuk paket-paket binari seperti itu.

Fungsi Debian

Seperti halnya Sistem Operasi yang lainnya baik itu yang berbasis open source ataupun yang berbasis close source memiliki fungsinya masing-masing. Berikut ini adalah beberapa fungsi dari Sistem Operasi Debian.

1. Linux Debian berguna untuk Jaringan
Linux banyak sekali digunakkan dalam Proses Jaringan, baik itu sisalam sistem Router, Repeater, maupun fungsi jaringan yang lainnya. Sehingga pada Beberapa Jurusan Teknik Jaringan seperti disebutkan di atas banyak menggunakan Debian sebagai Kompetensinya.


2. Linux Debian berguna untuk Pengembangan
Sistem Operasi Linux yang berbasis Open Source ini memang biasa dikembangkan oleh Programmer secara Sukarela. Sehingga, anda dapat ikut bersama mengembangkan untuk beberapa versi selanjutnya.

3. Linux Debian berfungsi untuk Kestabilan
Sistem Operasi Debian adalah sebuah sistem operasi yang sangat setabil dibandingkan dengan sistem operasi yang lainnya, Sudah tidak asing lagi bahwa Sistem Operasi berbasis Opens Source ini banyak sekali yang menggunakan sebagai Server dikarenakan kestabilannya yang mudah untuk dicapai.

4. Linux berfungsi sebagai pendeteksi Troubleshooting
Adanya auto Detect pada Linux Debian Baik itu dalam Segi Hardware, Software, bahkan pada Network atau jaringannya. Sehingga, sistem operasi dari Linux debian ini banyak sekali penggunanya.
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Pengertian Debian dan Sejarahnya

0 komentar:

Posting Komentar