Minggu, 19 November 2017

Cara Mengatasi Cybercrime dan Solusinya

Cara Mengatasi Cybercrime dan Solusinya - Cybercrime bukanlah pidana yang dilakukan menggunakan teknologi komputer sebagai alat utama kejahatan. Cybercrime adalah kejahatan yang memanfaatkan perkembangan teknologi komputer terutama internet. Cybercrime didefinisikan sebagai perbuatan melanggar hukum yang memanfaatkan teknologi berbasasis komputer pada kecanggihan dari perkembangan teknologi internet. Bagaimana untuk mengatasi kejahatan CyberCrime? supaya kita dapat terhindar dari cybercrime, berikut ini saya akan sedikit memberikan tutorial cara mengatasi kejahatan Cybercrime.

Cara Mengatasi Cybercrime dan Solusinya

  • Melindungi Komputer

Pasti itu adalah benar-benar melakukan. Demi menjaga keamanan, Anda harus menerapkan program setidaknya tiga, yaitu, antivirus, antispyware dan firewall. Fungsinya jelas dari ketiga. Antivirus ini pasti menjaga perangkat komputer Anda dari virus yang dipaksa hari bervariasi jenis.

  • Melindungi Identitas

Jangan katakan identitas yang kadang-kadang seperti nomor rekening, nomor kartu, tanggal lahir dan banyak lagi. Karena itu akan sangat mudah disalahgunakan oleh penjahat hacker internet. Baca Juga: Cara Mengatasi No Internet Access di Wifi

  • Selalu Up To Date

Cara para pelaku kejahatan sambil melakukan tindakan yang memperhatikan keretakan dalam sistem komputer Anda. Oleh karena itu, melakukan update pada komputer. Saat ini beberapa aplikasi sudah menyediakan banyak fitur update otomatis berkata. Mulai dari aplikasi antivirus dan aplikasi pendukung lainnya.

  • Menjamin E-mail

Salah satu yang paling mudah dan paling sering digunakan untuk menyerang adalah e-mail. Hati-hati setiap kali Anda menerima e-mail. Pastikan Anda mengetahui identitas pengirim e-mail. Jika Anda menerima e-mail dengan pesan aneh, Anda tidak perlu menjawab. Waspadalah terhadap e-mail palsu yang kini banyak digunakan untuk mengelabui korban.

  • Melindungi Akun Anda

Menggunakan kombinasi dari angka, huruf, dan simbol-simbol setiap kali Anda membuat sebuah password. Hal ini bertujuan agar password Anda tidak mudah dikenal atau membajak. Tetapi apakah tidak membiarkan Anda sendiri lupa sandi. Gunakan sandi yang sulit adalah tindakan cerdas untuk menghindari pencurian data.

  • Membuat Salinan

Pengguna komputer harus memiliki salinan dokumen yang dilampirkan, apakah itu foto, musik, atau lebih. Hal ini bertujuan agar Anda tetap data yang disimpan ketika kadang-kadang dapat terjadi pencurian data atau ada kesalahan pada sistem komputer Anda.

  • Informasi Penelusuran

Meskipun sedikit membosankan, tapi itu yang penting bagi Anda. Dengan memantau perkembangan informasi pada salah satu penyedia layanan keamanan internet kami juga diperlukan, salah satunya adalah pada Cyber Alert sistem nasional yang berasal dari Amerika, Anda diharapkan untuk mengetahui jenis serangan yang sedang berlangsung meriah . Dan dari sana Anda juga akan menemukan informasi bagaimana cara mengatasi serangan ketika itu terjadi pada Anda. Baca Juga: Peran TIK dalam Bidang Pemerintahan

  • Pelaksanaan Keamanan Internet

Implementasi keamanan dapat dilakukan melalui berbagai metode. Yang pertama adalah melalui otorisasi. Otorisasi harus dilakukan melalui dua tahap utama, validasi dan identifikasi. Identifikasi dapat dilakukan melalui metode sederhana atau lebih kompleks. Beberapa perusahaan yang memilih untuk menggunakan sistem sandi. Di sini, individu yang diberi sandi yang bertindak sebagai informasi penting. Perusahaan yang berhasil menggunakan sistem ini berhasil adalah orang-orang yang memiliki satu password untuk setiap individu. Ketika semua orang dapat menggunakan password, kemudian membuatnya jauh lebih mudah untuk internet kejahatan terjadi. baik sandi harus berbeda, harus sering diganti dan tidak boleh diulangi jika mereka telah digunakan di masa lalu. Terakhir, password harus berubah ketika individu daun pekerjaan atau posisi dari Departemen berubah.


Cara Penanganan CyberCrime

Untuk menjaga keamanan data pada saat data dikirim dan ketika data telah disimpan di jaringan komputer, kemudian mengembangkan beberapa teknik keamanan data. Beberapa teknik keamanan data yang tersedia hari ini meliputi:

  • Internet Firewall

Jaringan komputer terhubung ke Internet harus dilengkapi dengan internet Firewall. Internet Firewall berfungsi untuk mencegah akses dari pihak luar ke sistem internal. Dengan demikian data yang di komputer jaringan ini tidak dapat diakses untuk pihak yang tidak bertanggung jawab luar. Firewall bekerja dalam dua cara: menggunakan penyaring dan proxy. Filtermenyaring firewall komunikasi terjadi hanya ketika diperlukan, hanya beberapa aplikasi dapat melewati dan hanya komputer dengan identitas tertentu yang dapat berhubungan. Firewall berarti proxy yang memungkinkan pengguna dari keberadaan untukmengakses di internet, tapi dari luar hanya dapat mengakses satu komputer.

  • Kriptografi

Kriptografi adalah seni-encode data. Data dikirim disandikanterlebih pertama sebelum dikirim melalui internet. Di komputer tujuan, data yang dikembalikan ke bentuk aslinya sehingga dapat dibaca dan dipahami oleh Penerima. Data dikodekan ditujukan sehingga jika ada pihak yang memanfaatkan pengiriman data, para pihak tidak mampu memahami isi data yang dikirim karena masih dalam bentuk password. Dengan demikian keamanan data dapat dipertahankan. Ada dua proses yang terjadi dalam kriptografi, yaitu proses enkripsi dan dekripsi. Enkripsi adalah proses mengubah data asli menjadi password data, sedangkan proses dekripsi adalah proses megembalikan sandi data ke dalam data asli. Aslin data atau data yang dikodekan disebut teks biasa, sedangkan penyadian hasil data disebut penyandian teks. Proses enkripsi terjadi pada komputer pengirim sebelum data dikirim, sedangkan proses dekripsi terjadi pada komputer Penerima setelah data diterima sehingga Penerima dapat memahami data yang dikirim.

  • Secure Socket Layer (SSL)

Track pengiriman data melalui internet melalui banyak transisi dan dikendalikan oleh banyak orang. Hal ini menyebabkan pengiriman data melalui Internet-rentan dengan menekan. Oleh karena itu, browser lengkap dengan Secure Socket Layer yang berfungsi untuk mengkodekan data. Dengan cara ini, komputer antara pengirim dan Penerima komputer tidak lagi dapat membaca isi data.

Contoh kasus Cybercrime

Pencurian dan penggunaan internet account milik orang lain. Hal ini berbeda dengan akun pencurian pencurian pencurian karena fisik melakukan cukup untuk menangkap "dan id" password hanya. Tujuan dari pencurian adalah hanya untuk mencuri informasi saja. Para pihak tidak akan merasa kehilangan pencurian. Namun, efek akan terasa jika informasi yang digunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Itu akan membuat semua beban biaya penggunaan account oleh pencuri yang dibebankan kepada pemilik account. Kasus ini banyak terjadi di ISP (Internet Service Provider
). Kasus pernah adalah penggunaan account curian dilakukan oleh dua warnet di Bandung.

Kasus lain: perbankan di negara juga digegerkan dengan cara Steven Haryanto, yang membuat situs web asli tapi palsu perbankan Jasa melalui Internet BANK. Pada situs-situs "aspal", jika pelanggan salah mengetik situs asli dan masuk ke situs-situs tersebut, identitas pengguna (user ID) dan nomor identifikasi pribadi (PIN) dapat ditangkap. 130 pelanggan melepaskan direkam, tetapi menurut pengakuan dari situs Web Master Steven pada Indonesia, tujuan membuat situs take-off adalah sehingga masyarakat membayar perhatian untuk mengetik kesalahan, tidak mengeruk situs alamat keuntungan. Masalah tidak berhenti di situ. 

Alasannya, banyak klien yang miskin BCA untuk transaksi yang tidak dilakukan. Sudah, klien mengakui karena menggunakan Internet banking melalui situs atau alamat lainnya yang membuka link untuk klik BCA, sehingga memungkinkan pengguna user ID dan PIN. Tetapi ada juga mode lainnya, seperti tipuan nasabah telah memenangkan lotre dan harus mentransfer sejumlah dana melalui Internet dengan cara yang telah ditentukan penipu atau kartu ATM sementara masih di dalam mesin tiba-tiba ada orang lain menekan kunci ternyata mendaftar klien bergabung dengan fasilitas Internet banking, sehingga user ID dan password Anda diketahui orang. Modus kejahatan ini adalah penyalahgunaan id dan password oleh seorang pria yang memiliki hak yang tidak ada. Motif kasus termasuk kegiatan ke cybercrime sebagai "kejahatan abu-abu". Ini adalah jenis kasus cybercrime cybercrime uncauthorized akses dan hacking-cracking. Target dalam kasus ini sudah termasuk dalam jenis serangan cybercrime hak (melawan properti). Target kejahatan ini adalah serangan pribadi cybercrime (terhadap orang).

Beberapa solusi untuk mencegah kasus di atas adalah:

Penggunaan enkripsi untuk meningkatkan keamanan. Penggunaan enkripsi dengan mengubah data yang dikirim tidak mudah jadi disadap (plaintext dikonversi ke chipertext). Untuk meningkatkan keamanan otentikasi (menggunakan berbeda id dan password), penggunaan enkripsi dilakukan pada tingkat soket. Ini akan membuat orang-orang yang tidak bias memanfaatkan data atau transaksi yang dikirim dari dan ke server WWW. Salah satu mekanisme yang populer adalah dengan menggunakan Secure Socket Layer (SSL) yang awalnya dikembangkan oleh Nerscape. Selain WWW server dari netscape, WWW server dari Apache dapat juga digunakan sebagai dapat dikonfigurasi untuk memiliki SSL dengan menambahkan perangkat lunak tambahan, seperti SSL terbuka.

Penggunaan Firewall adalah tujuan utama dari firewall untuk menjaga akses dari orang yang tidak sah tidak dapat dilakukan. Program ini adalah perangkat yang ditempatkan
antara jaringan internal dengan internet. Keluar dan informasi harus pergi melalui atau melewati firewall. Firewall bekerja dengan mengamati paker Intenet Protocol (IP) yang melewati itu.

Kebutuhan untuk istilah hukum adalah Cyberlaw CyberLaw terkait dengan penggunaan itu. Istilah lain itu hukum (rendah dari itu), undang-undang dunia maya (Virtual dunia hukum) dan hukum Mayantara.

Melakukan sistem perlindungan melalui jaringan dengan melakukan keamanan keamanan FTP, SMTP, Telnet dan Web Server. Baca Juga: Pengertian WWW (Word Wide Web)

Contoh kasus pemalsuan data

1. kartu kredit kejahatan dilakukan melalui transaksi online.

Yogyakarta polisi menangkap lima carder dan mengamankan bukti senilai puluhan juta, Diperoleh dari pedagang di luar negeri. Jadi dilakukan mahasiswa di Bandung, membeli alias Sam. Karena tindakannya selama tahun lalu, beberapa pihak di Jerman tidak terganggu dalam jumlah DM 15.000 (sekitar USD 70 juta).

Carder beberapa waktu lalu juga memanfaatkan data kartu kredit dari dua pusat-pusat perbelanjaan yang cukup populer. Bagaimana, ketika babatan kasir kartu pada saat pembayaran, pada saat data masuk ke beberapa bank data dicuri. Akibatnya, banyak laporan pemegang kartu kredit yang mendapatkan tagihan terhadap transaksi yang tidak pernah melakukan.

Kejahatan ini adalah modus penyalahgunaan kartu kredit oleh orang yang tidak berhak. Motif kasus termasuk kegiatan ke cybercrime sebagai tindakan kejahatan murni. Hal ini karena si penyerang yang sengaja menggunakan kartu kredit milik orang lain. Ini adalah jenis kasus cybercrime carding. Target dalam kasus ini sudah termasuk dalam jenis serangan cybercrime hak (melawan properti). Target kejahatan ini adalah serangan pribadi cybercrime (terhadap orang).

Solusi untuk mengatasi dari kasus di atas

Perlu untuk cyberlaw: Cybercrime belum sepenuhnya terakomodasi dalam aturan/hukum yang ada, sangat penting adanya perangkat hukum khusus yang diberikan karakter cybercrime berbeda dari kejahatan konvensional.

Perlu untuk mendukung institusi khusus: lembaga-lembaga tersebut diwajibkan untuk memberikan informasi tentang cybercrime, melakukan intensif sosialisasi kepada masyarakat, serta melakukan riset khusus dalam menangani cybercrime.

Penggunaan enkripsi untuk meningkatkan keamanan. Penggunaan enkripsi dengan mengubah data yang dikirim tidak mudah jadi disadap (plaintext dikonversi ke chipertext). Untuk meningkatkan keamanan otentikasi (menggunakan berbeda id dan password), penggunaan enkripsi dilakukan pada tingkat soket.
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Cara Mengatasi Cybercrime dan Solusinya

0 komentar:

Posting Komentar